Bukan senyum mu yang kurindukan atau binar indah dari matamu, tetapi semua tentang kenangan hangatnya saat kita bersama. Aku tak pernah bosan menatap wajahmu, nyaliku memang besar untuk mengatakan, aku suka kepadamu wahai cintaku, dan hanya sekedar mimpi untuk menemani senja mu. ya, itu aku Bukan luapan amarah didalam jiwa atau tautan hati yang sedang gelisah, tetapi hanya kesungguhan rindu yang teramat dalam, sampai air mata ini bergenang dipelupuk mataku. Aku menahan nafas sejenak ketika menelusuri ingatan tentangmu yang perlahan menghilang, semoga senjamu itu seindah doamu, inilah penutup sebuah puisi untuk gadis yang pernah singgah lalu pergi. ya, itu kamu
Comments
Post a Comment
Silahkan Komentar dengan bijak